Kerangka Dasar Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
yuk simak beberapa kerangka dasar dalam pengelolaan proyek sistem informasi yang sedang berkembang sekarang ini.
yuk simak beberapa kerangka dasar dalam pengelolaan proyek sistem informasi yang sedang berkembang sekarang ini.
Teknologi
Informasi (TI) sudah menjadi spektrum dalam kegiatan bisnis dunia. Investasi
untuk pengembangan teknologi informasi merupakan sebuah fenomena yang diyakini
para pelaku bisnis akan menambah nilai bisnis mereka. Fenomena ini mendorong
meningkatnya permintaan terhadap pekerjaan-pekerjaan dibidang TI. Perkembangan di
bidang TI pun menjadi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pendidikan
bidang TI dengan berbagai jenjang pendidikan semakin banyak, produsen TI baik
hardware maupun software semakin
inovatif dalam mengembangankan produk-produknya.
Pekerjaan
bidang TI memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan pekerjaan non-TI.
Hal ini karena karakteristik TI yang tidak bisa dipisahkan antara aktivitas
organisasi secara menyeluruh. TI dikembangkan harus bersinergi dengan seluruh
aktivitas bisnis secara keseluruhan.
Dengan
semakin banyaknya pekerjaan-pekerjaan bidang TI dan karakteristik TI itu sendiri
akan menciptakan adanya proyek-proyek secara khusus menangani
pekerjaan-pekerjaan pembangunan dan pengembangan TI. Sehingga diperlukan bidang
kajian khusus yaitu pengelolaan (manajemen)
proyek teknologi informasi.
Untuk memahami lebih lanjut
tentang manajemen proyek teknologi informasi maka perlu diperkenalkan lebih
dahulu tentang proyek, manajemen proyek versus manajemen konvensional, proyek
TI versus proyek non TI.
1.1. Pengertian Proyek
Proyek adalah serangkaian aktifitas
temporer dalam usaha melakukan dan mencapai tujuan unik (Schwalbe K, 2002). Sedangkan
manajemen proyek adalah sekelompok alat, proses dan sumber daya manusia yang
berkompeten guna mengerjakan aktivitas-aktivitas yang berkaitan, dan berusaha
untuk menggunakan sumber daya secara efektif untuk menyelesaikan proyek secara
efisien dan tepat waktu.Untuk memahami lebih jauh tentang konsep proyek,
berikut merupakan atribut-atribut dari proyek:
§ Proyek
memiliki tujuan unik. Proyek merupakan pekerjaan yang tidak sederhana dan
memiliki tujuan spesifik. Produk atau output yang dihasilkan dari sebuah proyek
harus didefinisikan secara jelas tentang. Contohnya, proyek komputerisasi
pemilu, memiliki tujuan menyediakan sarana baik hardware, software jaringan
untuk perhitungan suara dari tingkat kecamatan sampai pusat secara otomatis.
§ Proyek
bersifat sementara. Proyek harus didefinisikan kapan dimulai dan kapan
selesainya. Proyek bukanlah sebuah proses yang berkelanjutan. Dalam contoh
proyek komputerisasi pemilu diatas, perlu ditetapkan kapan proyek harus segera
dimulai dan kapan produk harus diselesaikan agar pada saat akan digunakan sudah
siap dan dipastikan akan berjalan sesuai yang diharapkan.
§ Proyek
memerlukan alat bantu kontrol. Alat bantu seperti gantt charts atau PERT charts
diperlukan dalam sebuah proyek untuk mengukur dan pengendalian.
§ Proyek
memerlukan sumber daya yang bersifat ad-hoc dan lintas disiplin ilmu.
Proyek membutuhkan sumberdaya dari berbagai area atau bidang meliputi manusia,
hardware, software dan aset-aset lainnya yang bersifat sementara. TIM akan
dinyatakan bubar setelah proyek selesai. Banyak proyek melibatkan antar
departemen atau instansi-instansi lain dan memerlukan tenaga dari berbagai
keahlian yang bisa secara full-time pada posisinya. Dalam contoh proyek
komputerisasi pemilu, melibatkan berbagai keahlian antara lain bidang TI,
hukum, politik dan sebagainya.
§ Proyek
memiliki sponsor utama. Kebanyakan proyek terdapat pihak-pihak yang
berkepentingan (stakeholder), tetapi salah satunya ada yang sebagai sponsorship
yang menyediakan arahan dan mendanai proyek.
§ Proyek
mengandung ketidakpastian. Karena proyek memiliki karakteristik khusus, sering kali sulit mendefinisikan
tujuan secara jelas, mengestimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
proyek, berapa biaya yang diperlukan. Faktor-faktor tersebut sering sebagai
penyebab munculnya kendala atau tantangan apalagi proyek yang melibatkan
teknologi yang relatif baru.
1.2.
Dasar Manajemen proyek TI
Terdapat
tiga konteks pemahaman dalam sebuah kerangka proyek, yaitu :
a.
Tujuan Manajemen Proyek, tujuan manajemen proyek TI
mencakup empat komponen yaitu ruang lingkup, biaya, kualitas dan waktu. Ukuran
keberhasilan proyek apabila ruang lingkupnya tercapai , kualitasnya terpenuhi,
selesai sesuai jadwal dan menggunakan dana sesuai dengan yang disediakan.
b.
Proses manajemen proyek, manajemen proyek TI mengacu
pada fase-fase pelaksanaan proyek yang mencakup fase inisiasi proyek, perencanaan proyek,
pelaksanaan proyek, pengendalian proyek dan penyerahan proyek.
c.
Pengetahuan manajemen proyek. Area pengetahuan (Knowledge
area) yang diperlukan dalam mengelola sebuah proyek, terdapat delapan aspek
pengetahuan yaitu manajemen ruang lingkup, manajemen kualitas, manajemen waktu,
manajemen biaya, manajemen komunikasi, manajemen sumberdaya manusia, manajemen
resiko dan manajemen pengadaan.
Ketiga konteks tersebut
merupakan satu kesatuan dalam memahami proyek dan menyatu dalam manajemen
proyek terintegrasi (Integrated Project Management).
1.3. Tujuan Proyek
Terdapat empat komponen
penting yang menjadi tujuan sebuah proyek, yaitu ruang lingkup (scope) ,
waktu, biaya dan kualitas. Empat komponen tersebut yang menjadi batasan
terhadap pelaksanaan proyek. Bisa dikatakan bahwa kriteria yang harus dipenuhi
dari produk yang dihasilkan dari proyek meliputi kriteria atau batasan waktu, batasan
ruang lingkup, batasan biaya dan batasan kualitas. Jadi terdapat empat
keharusan dalam sebuah proyek yaitu:
a. Proyek harus diselesaikan dan
diserahkan tepat waktu.
b.
Proyek harus cukup dibiayai dengan dana yang telah
ditentukan
c.
Proyek harus sesuai dengan ruang lingkup yang
disepakati
d.
Proyek harus memiliki kualitas hasil sesuai kriteria
yang disepakati antara pelaksana dan pemberi proyek
Keempat komponen tersebut
saling mempengaruhi satu sama lain dan dapat digambarkan dalam prisma segitiga.
Gambar 1.1. Empat komponen proyek yang saling berpengaruh
Batasan
waktu
Proyek dilaksanakan dengan
memperhatikan waktu penyerahan produk atau hasil akhir sesuai kesepakatan
pihak-pihak yang berkepentingan. Keberhasilan dari sebuah proyek dapat diukur
dari ketepatan waktu sesuai yang telah direncanakan. Penyelesaian yang
terlambat akan berdampak buruknya kredibelitas pelaksana proyek dimata user
atau pemberi proyek, karena bagi user proyek tersebut bisa mempengaruhi
aktivitas organisasi. Sehingga waktu merupakan faktor yang sangat penting dari
sebuah proyek.
Batasan
Ruang lingkup
Ruang lingkup menyatakan
batasan pekerjaan yang perlu diselesaikan dalam sebuah proyek. Ruang lingkup
memberi gambaran sejauh mana yang menjadi tanggung jawab pelaksana proyek dan
hasil-hasil yang harus dilaporkan atau diserahkan kepada pemberi proyek.
Batasan
Biaya
Biaya menjadi salah satu
faktor sebuah proyek yang memiliki potensi resiko tinggi. Proyek dilaksanan
dengan biaya yang telah disepakati oleh penyandang dana yang harus digunakan
untuk mencover seluruh pembiayaan proyek. Manajer proyek harus memperkirakan
dan mendistribusikan ke setiap aktivitas proyek yang membutuhkan dana dan
mengendalikan agar realisasi biaya yang digunakan tidak melebihi dari yang telah
direncanakan.
Batasan
Kualitas
Kualitas menjadi kriteria
yang ditetapkan bersama antara pemberi dan penerima proyek untuk dicapai oleh
pelaksanan proyek sebagai standar kualitas dari produk yang dihasilkan. Berdasarkan
standar kualitas pelaksana proyek berusaha untuk menetapkan target-target yang harus dipenuhi dari setiap tahap
pelaksanaan proyek.
Empat komponen dari proyek
tersebut diatas menjadi faktor yang saling mempengaruhi. Sebagai contoh, untuk
menghasilkan kualitas yang lebih tinggi maka perlu menaikkan biaya, atau dengan
pengurangan ruang lingkup, jika menginginkan waktu penyelesaian proyek
dipercepat maka perlu biaya yang lebih besar, dan sebagainya.

Komentar
Posting Komentar